5 Fakta Ilmu Sains Dari Dr Stone

Apakah kalian ada mempelajari ilmu sains disekolah?

Apakah kalian tahu perbedaan antara asam amino dan enzim? Atau apakah kalian pernah mencoba berjuang membakar kayu menggunakan kedua batu?

Serial anime ini menceritakan kisah ilmuwan Senku Ishigami yang berubah menjadi batu ketika seluruh umat manusia membatu setelah peristiwa misterius.

Sekitar 3700 tahun kemudian, ia bangun dan memutuskan untuk membangun kembali peradaban menggunakan sains dengan bantuan segelintir karakter lain yang berhasil dihidupkannya kembali. Jadi bagaimana menurut kalian? apakah penggunaan ilmu sains di anime Dr Stone akan sama seperti Ilmu Sains yang seharusnya di terapkan di bumi? mari kita simak artikel berikut!

Baca juga Salah Satu Seri Webtoon Populer “Tower of God” Resmi Diadaptasi Menjadi Anime

Senku membuat sabun

Dalam episode kedua, Senku menghancurkan beberapa kerang untuk mendapatkan kalsium karbonat untuk membuat sabun. Ini adalah komoditas penting karena tidak ada desinfektan di planet ini dan sabun adalah hal terbaik dalam hal kebersihan dan menangkal penyakit.

Membuat Coca-cola

Setelah menemukan Desa Ishigami, Senku menyadari bahwa dia harus memenangkan mereka, jadi dia menciptakan makanan Ramen dan minuman Cola. Dia menggunakan madu, air berkarbonasi, jeruk nipis dan daun ketumbar untuk membuat minuman ini.

Membuat kacamata

Ketika Senku bertemu Suika di Desa Ishigami, ia membantu meningkatkan penglihatannya menggunakan efek dari lensa. Dia membuat dua lubang di helm yang terbuat dari semangka dan membuat lensa dengan mengubah pasir kuarsa menjadi kaca.

Membuat arang

Senku membuat arang dengan membakar kayu dan menggunakannya sebagai bahan untuk mesiu.

Membuat Telepon

Membuat perangkat komunikasi modern di Zaman Batu bukanlah hal yang mudah, tetapi Senku menemukan tungsten, logam paling tahan panas di alam semesta. Dia mengubahnya menjadi bubuk, menciptakan pasta gigi tungsten dan memanaskannya untuk membentuk filamen. Plastik dibuat dari kayu, tembaga dan abu batubara, ditambah lagi dengan natrium hidroksida. Akhirnya, suara-suara ditransmisikan menggunakan mikrofon dan telepon rumahpun terhubung ke speaker.