Ultraman Paling Populer

6 Seri Ultraman Paling Populer!

AniManga Movie Preview Reviews

Mengenal 6 seri Ultraman paling populer karya dari mendiang Eiji Tsuburaya franchise superhero raksasa (kyodai hero) dari Jepang itu. Beliau telah tiada pada tanggal 25 Januari 1970 (umur 68), namun sampai saat ini karya beliau tetap dikenang.

Terdapat bagian dalam seri, yaitu klasik yang terdiri dari judul-judul pada era Showa (1966-1989), kemudian seri modern yang rilis pada era Heisei, yaitu setelah 1989 hingga saat ini. Pastinya, terdapat perbedaan dalam kedua era tersebut, seperti efek visual dan model.

Hampir setiap kisah dalam franchise Ultraman, penonton disuguhi aksi para pasukan penjaga bumi dari serangan monster. Biasanya, sebagai media perubahan tokoh mendapati sebuah pena untuk berubah menjadi pahlawan raksasa yang menjaga bumi dari serangan monster.

Ketika manusia dalam keadaan genting, Ultraman pun muncul secara tiba-tiba dan terbang ke luar angkasa setelah mengalahkan monster yang dilawannya. Faktanya, ia terbang hanya untuk menjadi manusia kembali.

Inilah berikut 6 seri Ultraman paling populer, bahkan di Indonesia

1. Ultraman

Ultra Q dianggap resmi menjadi sebuah judul pertama dalam franchise, Tetapi Ultraman tetap menjadi judul pertama dalam kisah pahlawan raksasa. Pasalnya Ultra Q hanya berisikan kaiju alias monster-monster raksasa

Sehingga, Ultraman tanpa embel-embel nama belakang ini menjadi awal mula franchise superhero raksasa dari Jepang. Seri ini populer Jepang saat penayangannya pada 1966 hingga 1967, langsung menuai fenomena di dunia hiburan.

Sejak Ultraman ditayangkan, serial besutan Tsuburaya Productions ini langsung memiliki berbagai sekuel, spin-off, plagiat, parodi, hingga remake di masa setelahnya. Serial ini juga telah menginspirasi The Return of Ultraman yang ditayangkan pada 1971 hingga 1972.

Perlu sobat ketahui, Ultraman pernah tayang di salah satu televisi swasta di Indonesia.

2. Ultra Seven

Dianggap sebagai kelanjutan dari Ultraman, namun serial Ultra Seven sendiri memiliki kisahnya sendiri. Serial ini rilis di Jepang pada 1967 hingga 1968.

Aksi yang berbeda dari Ultra Seven dengan Ultraman. Ia memiliki senjata ciri khasnya itu adalah sabit besi yang ada di atas kepalanya, kerap kali digunakan sebagai senjata pamungkasnya. Gaya bertarung tersebut menjadi populer di kalangan penggemar.

Pahlawan ini pernah tampil dalam The Return of Ultraman pada dua episode, mengisyaratkan akan hubungan antara Ultra Seven dan Ultraman pertama. Ultra Seven dikisahkan menjadi asal-usulnya munculnya Ultra Family di masa depan.

Ultra Seven juga pernah tayang di TVRI pada tahun 1991 dan menjadi tontonan paling dinanti anak-anak pada masa SD di Indonesia.

3. Ultraman Taro

Ultraman Taro yang populer sebagai salah satu karakter di Ultra Family yang memiliki silsilah keluarga paling jelas. Ia merupakan satu-satunya yang memiliki keluarga, yaitu Father of Ultra dan Mother of Ultra.

Pahlawan satu ini sebagai generasi keenam di franchise Ultraman. Dengan bentuk kepala yang khas sehingga mudah diingat, memiliki tanduk dari sisi kiri dan kanannya. Meski tanduk di kepalanya tidak dapat dijadikan senjata seperti Ultra Seven, dibalik itu dia memiliki gaya bertarung yang nyaris tak tertandingi.

Seri Ultraman Taro dirilis di Jepang sejak 1973 hingga 1974 dengan 53 episode. Di Indonesia, menjadi judul pertama yang ditayangkan oleh SCTV pada tahun 1996 hingga 1997.

4. Ultraman Tiga

Ultraman Tiga menjadi serial pertama Ultraman era Heisei yang tayang di Indonesia. Serial ini merupakan seri yang ketiga setelah Ultraman: Towards the Future (Ultraman Great) dan Ultraman: The Ultimate Hero (Ultraman Powered). kedua seri tersebut masing-masing tayang pada 1990 dan 1993 dan memilisi sebanyak 13 episode.

Ultraman Tiga adalah yang pertama kali ditayangkan di Indonesia oleh Indosiar, pada tahun 2000. Di Jepang Ultraman Tiga dirilis tahun 1996 hingga 1997 dan dan menjadi serial terpanjang setelah 15 tahun franchise Ultraman tak dirilis. Semenjak Ultraman 80 (tayang di Jepang pada 1980-1981).

Generasi ke-11 kali ini dilengkapi dengan teknologi visual yang lebih canggih dengan balutan modern. Perbedaan yang berbanding jauh serial klasik sebelumnya. Hal itu membuat Ultraman Tiga sangat populer.

5. Ultraman Dyna


Juga tayang di saluran televisi indonesia, Indosiar pada tahun 2001, Ultraman Dyna juga populer dari franchise Ultramen era Modern.

Memiliki cerita sendiri yang bertempat sembilan tahun setelah Ultraman Tiga. Dengan Tokoh utama oleh Shin Asuka yang merupakan anggota Super GUTS, pasukan khusus rancangan TPC, organisasi yang membawahi GUTS. bermula ketika Asuka terlempar dari pesawat hingga menemui takdirnya sebagai Ultraman.

Ultraman Dyna tayang di Jepang sejak 1997 hingga 1998 dengan total 51 episode. Memiliki unsur-unsur visual baru pada masanya yang serupa dengan Ultraman Tiga. Meski, hal tersebut tidak membuat alur cerita di dalamnya terkesan basi.

Setelah Ultraman Dyna, beberapa seri terbaru mengudara di jepang seperti Ultraman Gaia (1998-1999, 2002 di Indosiar), Ultraman Neos (2000-2001 DVD), serta Ultraman Cosmos (2001-2002, 2004. Tahun 2005 di Indosiar dan SCTV). Masing-masing memiliki ceritanya sendiri.

6. Ultraman Nexus

Berbeda dengan sebelumnya, dalam Ultraman Nexus terdapat unsur-unsur yang lebih layak ditonton oleh pemirsa remaja dan dewasa ketimbang anak-anak. Hal itu dapat dikatakan karena watak tokoh serta alur cerita yang lebih berat dan rumit ketimbang seri sebelumnya. Seri ini pun digemari oleh fans dari kalangan masa remaja, sayanya rating serial ini anjlok saat penayangan. awalnya direncanakan memiliki sebanyak 50 episode, namun dipangkas hingga 37 episode.

Saat Ultraman Nexus tayang di episode ke-30, iklan Ultraman Max sudah munucul, mengisyaratkan kurang suksesnya serial ini. Ultraman Nexus tayang di Indonesia melalui stasiun Indosiar pada tahun 2008.

Serial yang tayang di Jepang ini pada 2004-2005 ini sempat dirumorkan sebagai franchise Ultraman terakhir yang pernah tayang di tanah air. Untunya pada tahun 2014 Indosiar membeli hak tayang Ultraman Max. Mengudara di Jepang pada 2005 hingga 2006.