Indonesia e-Sport Association (IESPA) adalah sebuah wadah resmi milik Indonesia dalam payung atlet-atlet e-Sport yang ada di tanah air. Pada saat pertandingan IESF World Championship 2020, Tim DOTA 2, perwakilan Indonesia Mix Elite, dalam babak kualifikasi Asia Tenggara yang berlangsung, kabarnya dinyatakan Walkout. Penyebab utama nya adalah pada jaringan internet yang tidak stabil, sehingga pemain dalam tim dengan segera mencari alternatif warnet, yang paling dekat dengan area nya.

IESPA di bentuk pertama kali pada 1 April 2013 oleh Eddy Lim, Richard Permana, dan juga Terry. Eddy selaku ketua umum IESPA juga membenarkan kejadian tersebut, pihak nya menjelaskan:

“Terkendala Internet, pada saat bermain, internet nya kurang bagus. Belakangan ini memang semua jaringan internet sedang kurang stabil. Pas saat satu orang yang bermain, koneksinya tiba tiba buruk. Dan saat itu pula, pemain ini langsung berusaha mencari warnet terdekat. Hanya saja ada batas waktunya, pemain sudah lewat batas waktu yang ditentukan.” Ujar nya

Hanya saja, saat disinggung mengenai aturan main pada saat pertandingan, IESPA menjelaskan bahwa pihaknya tidak mewajibkan atlet untuk berkumpul bersama-sama di satu tempat, selain saat epidemi, hal ini juga dikarenakan gamer lebih nyaman bermain menggunakan equip gaming, dan PC gaming miliknya sendiri. Meski begitu, pihak IESPA juga menyediakan sarana tempat untuk berlatih dan bertanding.

Tim perwakilan indonesia di harapkan untuk dapat bermain empat kali, dengan format yang sudah ditentukan, yaitu, round robin fest of one series. Dengan begitu para pemain harus dapat mengumpulkan nilao poin kemenangan sebanyak banyaknya. Indonsia akan melawan lima tim dari Filipina, Myanmar, Vietnam, dan Thailand secara habis-habisan.

Sumber : indosport.com

Dilansir dari Liga Game, tanggal 9 November 2020. Bahwa tim yang terdiri Tri Kuncoro, M.Rixky, Rudy, Lucky, M. Lutfi, dan Ramzi yang saat itu harus berhadapan melawan pemain perwakilan asal Filipina di pertandingan pertama pukul 14.30 WIB, sayangnya kali itu indonesia dinyataan walkout dari pertandingan, di karenakan telah melawti batas waktu keterlambatan yang sudah diberikan.

Pihak admin IESPA menjelaskan, dalam kolom komentar pada akun Facebook milik Indonesia e-Sport Association (IESPA) “Kami memohon maaf, atas kendala internet yang dihadapi, membuat para pemain kesulitan masuk kedalam lobby untuk mengikuti pertandingan sehingga terjadi keterlambatan dan akhirnya terpaksa mendapatkan walkout, pada match saat melawan PH”

Komentar rasa kekecewaan para fans, dan penggemar Tim DOTA 2 Mix Elite juga mengisi kolom komentar setelah Admin IESPA mengungkapkan penjelasan terkait Tim DOTA 2 Mix Elite. Kebanyakan dari mereka berkomentar dan menyayangkan kejadian ini telah terjadi pada perwakilan asal Indonesia.

Namun dengan adanya kejadian seperti ini, Tim DOTA 2 dari Mix Elite yang harus dapat memaksimalkan sisa pertandingan yang mereka miliki, pada babak selanjutnya. Walaupun seperti itu, kesempatan dan harapan kalau timnas Indonesia bisa terus menembus tiket Grand Final IESF, Esport World Championship pada bulan Desember nanti masih terbuka.