Dread Out : Miss Siska yang Sebenarnya di Balik Semua Kejahatan

News Reviews

DreadOut, Siapa yang tidak kenal dengan game horor asal Indonesia yang mendunia ini. Game ini menceritakan beberapa siswa-siswi SMA yang sedang liburan dengan Gurunya yaitu Miss Siska.

Ada beberapa karkter di dalam game ini yaitu , Sherly, ira, anto, yayan, Miss siska sebagai guru dan Linda sebagai karakter utamanya.

Kali ini mimin terkesan menonjolkan Miss Siska sebagai tokoh jahatnya. Linda harus tahu siapa di balik semua kejadian yang meyeramkan ini. Mari simak cerita ini….

Linda terus mencari keberadaan Miss Siska karena dialah satu-satunya yang mengerti tentang permasalahan ini. “Yaa, aku yakin, Miss Siska ada di balik semua ini.  Aku harus bisa terus mencarinya secepat mungkin sebelum semuanya berakhir dengan kematian”. Linda teringat ketika miss siska sedikit licik membawa teman-temannya untuk pergi liburan. Bukannya ke tempat yang ramai dan menyenangkan, dia malah menyesatkan teman-teman ke kota tak berpenghuni. “ Ini sudah tak benar. Apakah aku bisa mencegahnya???” Linda bertanya-tanya dalam hatinya. “sabar dulu deh, semoga memang ada pengalaman berharga di sana. Tapi..” Tiba-tiba linda pun terkaget sewaktu Doni dan yayan berantem di kursi belakang.

“Halah..nih di mana yah ?”, yayan berkata kepada Doni “Meneketehe” singkat doni sambil ngajak berantem yayan. “ah kau ini, dasar..” mereka berantem di belakang. Sementara shelly merasa rishi dengan keduanya yang rese dan kekanak-kanakan. Ira yang sedari tadi diam, tiba-tiba tersenyum kepada linda. Dia pun seakan memberi tanda bahwa “permainan akan dimulai”. Linda hanya melihatnya dengan tatapan datar saja. Sementara miss siska terus membawa mereka ke kota tak berpenghuni itu. Nahas, ban mobil yang mereka tumpangi pecah sehingga perjalanan pun di hentikan. Di tambah dengan akses jalan yang terbelah, akhirnya memang mereka harus berada di kota mati tersebut entah sampai kapan.

“Anak-anak,sepertinya kita tak bisa ke sana deh karena ban mobilnya kempes. Terus mau kesana tidak bisa karena akses jalannya rusak sehingga mobil tak bisa melewatinya. Mari kita telusuri kota ini, “ajak Miss Siska. “Sepertinya memang tidak beres, tapi ok.. aku akan melanjutkan perjalanan ini”, gumam linda dalam hati. Mereka semua pun menulusuri kota mati tersebut hingga akhirnya mereka pun berpisah di kota menyeramkan itu.

Di mulai dari yayan yang menghilang secara misterius, lalu doni yang mati oleh hantu setengah badan. Di lanjut dengan sherly yang mati gantung diri karena sudah tak kuat menanggung beban di sana. Sementara ira masih tak tahu mati atau tidaknya.  Linda pernah di ajaknya ke sebuah tempat dan dia membawa boneka suize yang menyeramkan. Dia sempat tergeletak ketika memainkan permainan itu, kesempatan itu di pakai Linda untuk bisa melarikan diri dari semua keanehan yang terjadi pada Ira. “Aku mulai menaruh curiga kepada Miss Siska. Jangan-jangan memang dia pelakunya”, menerka Linda.

Terakhir kali Linda bertemu dengan miss siska ketika dia berada di ruang UKS dekat pelataran sekolah. Linda tak sendiri karena saat itu masih ada sherlly yang menemani. Kecurigaan Linda bahwa Miss Siska berlaku jahat kepada teman-temannya tatkala Miss Siska menyuruhnya mencari teman-temannya seorang diri. Sementara Sherlly di suruh menemani dirinya yang memang sedang sakit pasca lehernya berdarah (entah itu kenapa????). Di situlah kejahatan Miss Siska, dia berusaha membunuh sherlly dengan cara perlahan-lahan  sehingga membuatnya stress dan frustasi terkait kondisi.

“Haha….aku yakin mereka semua tak aka nada yang tersisa, kecuali aku. Jika terealisasikan semua, aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan haha..” Kata Miss Siska yang ternyata bekerja dengan para hantu untuk membunuh teman-teman linda. Namun, Linda masih bingung dengan tingkah laku Miss Siska sesudah berada di kota mati tersebut. “Apakah memang dia pelakunya, atau para hantu yang mengendalikan Miss Siska selama ini untuk membunuh teman-temanku???”.

Sesuda selama dari Ira, Linda pun sampai di tempat bekas acara pernikahan. Di sana dia melawan si hantu setengah badan yang membunuh Doni. Tak hanya dia, hantu lain pun ikut menyerang Linda seperti Pocong, Jurig Pengantin, dan Ratu Sinden yang mempunyai sihit yang cukup kuat. Linda harus melawan mereka hampir saja mati, untung saja dia masih mempunyai senjata, yakni SLR dan Irish Phone untuk membunuh semuanya. Perlu waktu lama sekali untuk membunuh para hantu yang siap “menyantapnya”. Setiap saat.

Setelah selesai melawan para hantu tadi, Linda dikejutkan dengan kehadiran Miss siska yang berjalan tergopoh-gopoh sambil mengendong bayi di tangannya. Dia pun mendekati Linda dengan suara yang menakutkan: “Lihat Linda, ini adalah hasil kerjasamaku Bersama para hantu di sini untuk membunuh teman-temanmu itu haha. Aku mendapatkan seorang anak berekor ular..” Kemudian Miss Siska lari keluar entah kemana . Sementara Linda merasa mual dan akhirnya muntah setelah melihat bayi yang menjijikan itu. “ Aku tak menyangka bahwa Miss Siska berlaku sekejam ini. Aku harus beritahukan semua teman-teman sekolah agar mereka tak menjadi korban seperti, yayan, Doni, Sherlly, dan Ira,” tegas Linda. Dia pun mencari jalan keluar dari kota tersebut lewat bukit-bukit yang menjulang tinggi untuk sampai ke jalan besar.

Dia terus menanjaki bukit-bukit tersebut hingga akhirnya dia sampai ke jalan besar. Tak lama kemudian, ada polisi  datang menghampirinya : “selamat malam mbak, kenapa mbak ini??? Pakaiannya lusuh sekali ??? terheran pak polisi. “ Bawa saja dulu saya ke kantor polisi, pak. Saya akan ceritakan semuanya di dalam mobil saja, “ tegas Linda. Linda bercerita Panjang lebar bahwa dia Bersama teman-temannya berusaha di bunuh oleh miss siska, gurunya sendiri. Gurunya tak hanya sendiri dalam menjalankan aksinya, melainkan di bantu oleh para hantu sehingga dia berhasil membunuh 4 dari 5 siswa yang ada (hanya linda yang selamat dari tragedy itu). “mohon bapak tangani kasusnya. Saya sudah tidak kuat dengan segala yang berada di sana. Kalua bisa bapak tangkap saja Miss Siska karena memang terbukti menjadi dalang dari semua kasus ii”, mohon Linda. Pak polisi pun menjawab : “Siap mbak. Kami akan menunggu prosesnya dan mencoba mengintrogasi tempat yang bersangkutan”.

Akhirnya Linda kembali ke rumah dan bertemu orang tuanya. Dia langsung pingsan di pangkuan orang tuanya. “Kenapa kamu neng??” ibu dan ayahnya bertanya-tanya. Setelah Linda siuman, dia menceritakan semuanya kepada mereka tentang liburang yang berujung kematian itu. Ibu dan Bapaknya hanya bisa menasehatinya : “perbanyaklah berdoa, neng. Insya Allah mereka akan takut karena yang maha kuasa Bersama kita.”Linda mengangguk kemudian dia terdidur dengan bersandar pada lutut ibunya.

Jika kalian yang masih penasaran dengan game ini, mimin akan bagikan link download di bawah ini

Download