Fero

Fero, Pro Player Call of Duty Meninggal di Usia 21 Tahun

News

Maurice “Fero” Henriquez, seorang pemain Call of Duty profesional yang bermain untuk Team Kaliber, 100 Thieves, dan yang terbaru, the Florida Mutineers. Telah meninggal pada usia 21 tahun, menurut keluarganya.

Setelah laporan awal bahwa Henriquez meninggal akibat bunuh diri. Namun pihak keluarga men-tweet dari akun Henriquez bahwa dia telah meninggal, tetapi dia tidak menderita depresi hingga mengambil nyawanya.

Tidak lama setelah keluarga mengatakan dia telah meninggal karena “serangan jantung ganda”. The Mutineers men-tweet juga dan mengatakan bahwa “atas permintaan keluarganya, kami melaporkan bahwa kematian tragisnya bukanlah bunuh diri”.


Rasim “Blazt” Ogresevic, seorang teman dekat dari Henriquez membantah hal tersebut. Dia mengatakan “anggota keluarganya telah berbohong tentang segalanya,” dan dia tahu “segalanya tentang situasi”.

Sejak memenuhi syarat untuk bermain di sirkuit Call of Duty World League pada tahun 2017, Henriquez menjadi salah satu pemain paling bertalenta di dunia.

Di musim rookie-nya, ia membantu Tim Kaliber memenangkan Playoffs Tahap Dua CWL Pro League dan juara kedua di Kejuaraan CWL berikutnya, pada Agustus 2018.

Dia bermain untuk 100 Thieves dan Team Envy selama 4 season Black Ops dan akan dikenang sebagai salah satu pemain pengganti mid-series pertama dalam sejarah CoD, ketika dia mengisi 100T di CWL Fort Worth pada Maret 2019.

Selama musim perdana Call of Duty League, Fero memulai musim di Challengers Circuit sebelum ditandatangani oleh Mutineers pada bulan Maret. Dia dan Florida memenangkan tiga event Home Series pada tahun 2020 dan mengakhiri musim dengan juara delapan besar di Kejuaraan CDL $ 4,6 juta.