Hacker Capcom

Hacker Curi 350 Ribu Data Partner Bisnis Game Capcom, Dan Pengguna.

News

Hacker Curi 350 Ribu Partner Bisnis Game Capcom, Dan Data Pengguna.

Tidak hanya Cheater, yang menjadi ancaman terbesar dunia gaming, kasus terbesar yang paling mengancam industri game adalah berupa pencurian data, karena kasus pencurian data akan merugikan banyak pihak, termasuk kerugian terbesar pada pihak pengembang dalam game tersebut. Kali ini Capcom menjadi korban atas kasus pencurian data, yang terjadi pada Game terbesar asal Jepang.

Kejadian ini berlangsung pada tanggal 2 November 2020, Saat aksi pencurian data terjadi, server milik capcom secara tiba-tiba membeku, diketahui penyebabnya adalah usaha dari pihak ke tiga yang mengakses server Capcom, tanpa di ketahui oleh pihak perusahaan.

Dilaporkan oleh ‘Bleeping Computer’ grup Hacker yang mengklaim bahwa dirinya bertanggung jawab terhadap aksi pencurian data tersebut,  dan mengaku bahwa pihaknya telah men-download data hingga 1TB. Selain itu, dirinya juga mengakui bahwa, data yang mereka curi, diantaranya adalah seluruh informasi pribadi milik karyawan Capcom, informasi mengenai keuangan, dan juga data-data milik pengguna game Capcom.

Capcom Arcade Hack

Menanggapi kejadian saati itu, pihak Capcom akhirnya berani bersuara di depan media, pihaknya mengatakan bahwa “sampai saat ini, belum ada indikasi bahwa informasi data milik pengguna bocor. Pihak perusahaan sedang berusaha berkonsultasi dengan pihak berwajib, mengenai kejadian tersebut.”

Tidak berlangsung lama setelah kejadian, Capcom hanya membutuhkan waktu 2 minggu untuk mengungkap informasi paling baru mengenai kejadian pencurian data, dengan server miliknya yang sudah di retas pihak ketiga. Dalam keterangan resmi Capcom, pihaknya mengatakan bahwa perusahaan mengungkap daftar apa saja yang sudah di curi, oleh hacker sampai sejauh ini “Informasi pribadi karyawan dan perusahaan juga telah masuk dalam serangan pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab ini”

Hacker Capcom

Pengembang game, Capcom juga menjelaskan apa saja yang telah di curi oleh hacker, diantaranya adalah seperti, nama, alamat, serta yang mengejutkan adalah informasi passpor milik karyawanya pun ikut di curi oleh hacker. Sayangnya, hacker tidak hanya mengambil data pribadi milik karyawan Capcom, informasi mengenai laporan penjualan dan keuangan milik perusahaan pun turut di curi oleh pelaku pencurian data.

Sementara ini, jumlah informasi pengguna, partner bisnis, dan data lain yang ikut di curi sudah sekitar 350 ribu, termasuk nama, alamat, tanggal lahir, nomor telepon, alamat email, jenis kelamin dan data prinadi lainnya. Dan untuk informasi data perusahaan yang di curi, diantaranya adalah data sales, informasi lengkap milik partner bisnis, dokumen penjualan capcom, dan dokumen game yang masih dalam proses pengembangan, tidak hanya yang disebutkan, masih banyak lyang lainnya lagi.

Namun, tidak perlu khawatir, pihak perusahaan game, Capcom juga menjelaskan bahwa informasi mengenai karti kredit pengguna masih aman dalam perusahaan, karena untuk media transaksi pembelian game, di serahkan kepada pihak lainnya, tidak langsung melalui Copcam. Sehingga data-data tersebut aman dan tidak dapat tersentuh.

Meski hal ini tidak membuat kerugian signifikan terhadap pihak perusahaan, namun pihak Capcom menyatakan permintaan maaf kepada seluruh pengguna atas kejadian yang menimpa, serta dampak buruk yang sudah terjadi. Pihaknya mengatakan bahwa Capcom sudah kembali meningkatkan keamaanannya, demi menghindari kejadian yang sama akan terulang kembali nantinya.