Cheaters League of Legends

League of Legends : Wildrift Kini Mulai Dihantui Para Cheaters dari China

Game Mobile News

League of Legends : Wildrift mulai banyak dihantui para Cheaters dari China

Halo Champs, udah pada merasakan sensasi permainan MOBA rilisan Riot Games yang menjadi Top Downloaded Apps/Apk di IOS maupun Android? Pastinya harus ada penyesuaian untuk gameplaynya yang cukup rumit. Ya, LOL : Wildrift ini mengharuskan para pemain menyesuaikan keadaan map yang gelap karena faktor FOW atau Fog Of War. Oleh karena itu para Champion (sebutan karakter yang dimainkan didalam game) dibekali oleh Wards yang fungsinya membuka FOW agar map terlihat. Map digame LOL : Wildrift tertutupi oleh Fog of war, bagian gelap map yang tidak bisa dilihat atau diobservasi. Kini, game yang bulan lalu (sampai sekarang) menjadi Top Downloaded Games of the Months mulai disusupi Cheaters dari China.

Kabar ini berawal dari cuitan twitter @rqboqNOBdKFOOc yang menuliskan keresahannya terhadap player negeri tirai bambu tersebut.

“Please add the detection system. Chinese players have made perspective plug-ins, which is really shamefull and seriously damage our game experience..” (Tolong tambahkan pendeteksi sistem [Third-party program]. Para pemain China sudah mulai membuat Fitur-Tambahan untuk Sudut Pandang didalam Game [Map Hack], ini memalukan dan membuat pengalaman bermain game kami menjadi mengerikan).

Ini juga didukung dengan Screenshoot game yang diikut sertakan dalam cuitannya :

https://twitter.com/rqboqNOBdKEFOOc/status/1324240811521798144

Dimana didalam Screenshoot tersebut musuh didalam FOW dapat terlihat meski tanpa adanya Wards yang dipasang untuk membuka Map. Dan juga dia menjelaskan bahwa Riot selaku developer game tersebut dapat segera memberantas para cheaters yang merusak keseimbangan dalam Game.

Kehadiran para cheaters di League of Legends: Wildrift memang sangat merugikan para pemain lainnya, yang dimana mereka dapat merusak pengalaman bermain dari game tersebut. Namun hal seperti ini tidak dapat dihindari, karena sistem dalam game yang rapuh dan keinginan para player sendiri yang ingin bermain curang. Padahal tujuan kita bermain game itu sendiri adalah mencari kesenangan dalam hal kompetitif, bermain secara jujur dan adil.

GGWP, Gussman.