Animal Crossing

Nintendo Meminta Animal Crossing untuk Tidak Dijadikan Alat Politik

Game Konsol News

Melansir situs antaranews.com, Nintendo selaku pengembang dan pernerbit dari game Animal Crossing: New Horizons meminta untuk tidak digunakan sebagai alat kampanye, terutama untuk kepentingan politik.

“Layanan dan produk kami secara umum hanya untuk penggunaan pribadi, kami memahami di luar sana ada bisnis dan organisasi yang ingin menggunakan atau merujuk game untuk bisnis mereka,” kata Nintendo, dikutip dari The Verge.

Animal Crossing: New Horizons telah diluncurkan pada bulan Maret 2020 lalu untuk Nintendo Switch. Nintendo melarang penggunaan game ini untuk dijadikan sebagai kampanye pemasaran, terutama untuk politik.


Larangan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden menggunakan game ini untuk dijadikan kampanye beberapa waktu yang lalu. Nintendo menegaskan bahwa penggunaan Animal Crossing menjadi alat politik seperti itu harus mendapatkan izin tertulis dari mereka.

Sebelumnya Nintendo telah melarang konten yang berbau vulgar, diskriminasi dan yang ofensif karena game Animal Crossing: New Horizons memiliki rating E. Selain itu, pengguna juga dilarang untuk mendapatkan keuntungan finansial dari game tersebut, termasuk menjual desain kustomisasi atau pendapatan iklan.

Jika aturan – aturan tersebut dilanggar oleh pengguna, maka Nintendo menyatakan akan memblokir bisnis pengguna yang telah menggunakan game tersebut.

Seperti yang diketahui, Animal Crossing: New Horizons adalah sebuah game video simulasi kehidupan. Game tersebut merupakan judul seri kelima dari seri Animal Crossing. Game ini telah hadir diseluruh dunia pada tanggal 20 Maret 2020 di platform Nintendo Switch.