Review Game Horor – Outlast II : Sick Satanic

Intro

Outlast II merupakan game horor yang memiliki suasana yang sangat gelap. Pastinya semua orang sudah kenal dengan game yang satu ini. Outlast tengah populer pada masa ini karena banyak di mainkan oleh para gamers dan youtubers.

Game Outlast II merupakan game survival horror yang di kembangkan oleh Red Barrels, ini merupakan sekuel dari game Outlast yang mereka rilis pada 2013 silam. Game ini rilis secara Worldwide pada tanggal 25 April 2017 di hampir semua platform nextgen seperti PC,Playstation 4, dan Xbox One.

Plot

Pada permainan ini kita sebagai karakter Blake Langermann, seorang suami dan kameramen dari istri kamu Lynn Langermann, dimana kalian bekerja sebagai jurnalis investigasi yang tengah ditugaskan untuk menemukan sebuah petunjuk tentang pembunuhan seorang wanita hamil di pedesaan Arizona.

Awal mulanya permainan kita akan menaiki sebuah helikopter yang sedang terbang menuju tempat kejadian. Tiba-tiba Blake terbangun dari sebuah mimpi nya tentang Jessica Gray. Jessica Gray merupakan teman Blake semasa kecil ketika ia duduk di kelas 4. Jessica melakukan bunuh diri dan ingatan itu menghantui Blake sampai saat ini. Blake dan Lynn berbicara singkat mengenai Jessica dan lalu merekam intro untuk laporan berita mereka mengenai pembunuhan tersebut.

Pada saat perjalanan menuju tkp, tiba-tiba muncul sebuah lampu yang sangat silau sehingga helikopter pun jatuh. Pada saat berada di daratan, mereka terpisah dan terlihat sang pilot dari helikopter tersebut sedang di kuliti di sebuah pohon. Kejadian itu pasti di lakukan oleh seorang psikopat dikarenakan tidak mungkin karena helikopter itu jatuh.

Lalu Blake berjalan mencari istri nya ke sebuah desa terdekat dan dia menemukan istrinya Lynn di sebuah kapel, ditangkap oleh sebuah kultus yang dipimpin oleh “Papa” Sullivan Knoth. Knoth Mengklaim dirinya adalah Nabi. saat Lynn berhasil melarikan diri dan bertemu kembali dengan blake, Blake ingin tahu apa yang telah terjadi pada istrinya tetapi dia memilih untuk tidak menjawabnya, yang dia inginkan hanya segera pergi dari tempat itu. Melalui sebuah spiker, Nabi Knoth mengatakan bahwa dia memeriksa rahim Lynn dan mendapati bahwa Lynn hamil. Dia mengumumkan juga bahwa anak Lynn dan Blake adalah antichrist (setan) dan memanggil para pengikutnya, “Orang kristen” untuk menemukan Lynn dan membunuhnya sebelum anak tersebut lahir.

 

Pada saat mereka melarikan diri dari mereka. Lalu para “Heretics” ikut juga. Mereka adalah sebuah kultus yang berbeda dengan “Orang Kristen”. “Heretics” berbeda kultus bahkan mereka bermusuhan dengan “Orang Kristen” Para “Heretics” membunuh para “Orang Kristen” dan menculik Lynn dari mereka, dan Blake ditinggal sendiri di hutan yang gelap gulita.

Catatan Penting disini bahwa penduduk desa melihat diri mereka adalah sebagai “orang Kristen” yang baik, tetapi ajaran Knoth sesat dan menganjurkan pembunuhan dan pengorbanan darah. Mereka juga menggunakan simbol orang Kristen namun iman mereka lebih mendekati Satanisme daripada Kekristenan. Sebaliknya “Heretics” yang dipimpin oleh Val merupakan sebuah kultus yang memang satanisme, sesat dan bisa dibilang Antichrist.

Dari situlah Blake kembali mencari istrinya dan mencoba kabur dari kejaran para “Orang Kristen” ini, juga Blake disini mulai diganggu dengan ingatan tentang Jessica Grey yang terus menerus menganggui nya melalui halusinasi yang aneh.

Gameplay

Dari segi gameplay, tidak ada yang berubah dari mekanisme gameplay antara Outlast II dan Outlast pertama, yang bisa kamu lakukan hanyalah Berlari dan bersembunyi dari para pemburu kamu. namun pada Outlast II ini setting nya berbeda dengan Outlast Perttama, jika pada Outlast pertama kita melarikan dari para orang orang gila yang bersetting di rumah sakit saja, kali ini pada game Outlast II setting pada game ini bisa dibilang luas karena pedesaan yang dimana terdapat rumah rumah warga. ladang jagung, hutan dan bahkan sebuah tambang yang tentunya sangat gelap dan mencekam saat kita berada disitu. dan oiya terdapat juga setting disebuah sekolah dimana pada saat Blake kembali ke ingatan mengenai Jessica. sebenarnya nama Jessica disini membikin mimin susah move on . hiks…

Gameplay yang menarik dari Outlast II ini adalah dimana kamu pasti saat memainkan muncul beberapa pertanyaan didalam kepala kamu, dan setelah melanjutkan nya bukannya malah jawaban yang ditemukan melainkan sebuah pertanyaan lagi yang mungkin membuat beberapa orang bingung (seperti mimin yang sempat mengalami overheat mencari jawaban atas semua pertanyaan yang ada didalam pikiran *bahasanya gg*). kuncinya adalah setiap dokumen yang ditemukan di game itu terdapat jawaban jawaban dari pertanyaan yang tadinya muncul. sebagai tambahan juga pada Outlast II ini kita harus merekam kejadian-kejadian yang terjadi disana dimana di game sebelumnya tidak ada fitur ini. Terdapat 40 Recordings yang merupakan rekaman dari kejadian-kejadian yang terdapat selama kita memainkan game ini dan 55 Documents yang bisa kita ambil pada saat kita memainkan game ini juga.

Kesimpulan

Pada Review game Outlast II kali ini mimin dapat menyimpulkan bahwa game ini cukup seram dan bikin ‘tratapan’ (bahasa jawa) jika di translate ke dalam bahasa lain yang berarti kaget,bingung,gemeteran ya seperti itu lah karena atmosfir nya yang gelap dan kadang terdapat jumpscare yang tydac mendydyc. Mimin bisa ngomong gitu karena kemarin teman mencoba dan dia ketakutan parah padahal mimin memainkan game ini biasa saja, hlo kok biasa saja? ya karena kalo dibanding game game seperti PT Silent Hill, Home Sweet Home, Araya dimana atmosfir horror nya menurut mimin ‘dapet’ banget. Bukan berarti tidak seram sama sekali cuman ‘kurang seram’ menurut mimin. Record, Run, Hide merupakan konsep yang sangat brilian disini mengigat setting yang kita dapatkan pada game ini lebih ke ‘alam’ . Panik adalah ketika pada saat ditengah game kamu kehabisan baterai kamera kamu.

Kelebihan
+ Setting yang tidak monoton
+ Plot menarik
+ Cerita yang cukup membingungkan which is sebuah nilai plus tersendiri bagi mimin
+ Grafis yang cukup Bagus
+ Sound FX dan Soundtrack bagus
+ Ending yang misterius

Kelemahan
– Atmosfir seram yang ‘kurang’
– Kematian para makhluk yang memburu blake kurang masuk akal
– Sun Blows?