Menggunakan Nickname “Corona”, Riot Games Memaksa Pemain League of Legends untuk Mengganti Namanya

News

Seorang pemain di League of Legends yang telah aktif selama enam tahun diinformasikan oleh Riot pada 1 April bahwa ia perlu mengubah nama penggunanya, “Corona.”

Karena saat ini nama tersebut mengandung unsur yang sensitif. Gamer League of Legends tersebut pun dipaksa untuk mengganti namanya oleh Riot Games. Ia menamai usernamenya sebagai, Joao Corona, padahal Corona yang dimaksud adalah sebuah nama brand dari minuman bir.

Dia bahkan bertanya apakah mereka akan melarang penggunaan nama “babi” sebagai nama pengguna selama wabah flu babi, yang mendorong balasan “snarky”.

Selain itu, nama tersebut juga menunjukkan bahwa “corona” hanya sebuah kata. Dalam bahasa Spanyol, itu berarti “mahkota”.

Alasannya juga masuk akal, tetapi hal itu membuat masyarakat pada umumnya berpikir bahwa Riot akan mencari masalah secara langsung. Selain itu, pengguna username “Corona” tersebut sepertinya bertukar tweet, yang pada akhirnya memicu ke percakapan DM.

League of Legends

Wajar saja jika pihak Riot Games bertindak, karena kalimat “Corona” dikategorikan sebagai isu yang sensitif untuk sekarang ini.